Gemersik alunan buluh perindu mengingatkan aku pada saat pertemuan semalam, kala senja mengintai dan mentari tersipu tenggelam di ufuk barat,,Tika itu kau pinta perpisahan dan aku terpaksa merelakan... Hempasan ombak membadai pantai bagai meragut hati ku.. Kesedihan yang tiada penghujungnya...
Kasih, pasti kau masih teringat, pada kisah silam antara kita berdua, tatkala bulan mengambang menyapa kasih dan hati terlena di buai rindu, saat kasih terpadu maka terciptalah janji asmara... Kasih, lupakah kau akan kisah itu?
Kini segalanya tinggal kenangan, dikau pergi dan tak mungkin kembali.. ku sisipkan kata azimat memujuk hati yang lara agar satu hari nanti kau pasti mengerti betapa deritanya aku kau tinggalkan.
Hari ini, aku terkesima di pangkuan rindu. airmata pilu ku menitis bagai hujan yang tak bisa berhenti, entah bila aku akan merasa kembali saat indah seperti waktu yang pernah kita lewati.. Kasih, mungkin saat ini kau sedang dibuai kasih yang baru dan aku tersungkur di pesisiran hati mu..
namun janganlah kau lupa satu hari dahulu kita pernah bersama di pantai ini mengalinkan bicara cinta sambil tangan mu ku genggam dan pipi mu ku usap lembut, lantas ku bisikkan kata keramat AKU CINTA PADA MU...
Pastikah kau mengingatinya lagi pada kenangan semalam atau cuma aku yang masih bermain dengan kisah silam.. andainya dunia ini masih berputar dan jasad tersarung nyawa.. ingin ku katakan lagi.. yang aku masih menanti mu.....

No comments:
Post a Comment