Saturday, December 18, 2010
Dari hati ke hati
Aku nukilankan kata hati ini buat tatapan mu yang masih ku sayangi...Aku ibarat sang lelayang yang terputus talinya,menjadi tak keruan bila perpisahan terjadi.Aku yang tewas sebelum sempat berjuang,bangkit ku perlukan tongkat,begitu payahnya aku menempuh badai ini,dan aku pasti kau jua sebenarnya rasa tertekan dan kecewa lantaran jalan ini yang terpaksa kita tempuhi.
Kiranya saat ini kau merelakan hati mu bersemadi dengan biacara pincangku,aku ingin sekali kau tahu yang setiap saat yang berlalu adalah saat -saat yang paling menyedihkan.Tercalar kenangan kita bukanlah jalan yang bisa merobek hati ku meninggalkan diri mu jauh di persada hati.Aku akan sentiasa di sini,memerhati mu setiap masa walaupun kesamaran dan jurang kian terasa.Aku perlu merasa pilu atas apa yang terjadi,aku terlalu pasrah pada takdir,maafkanlah aku andai aku tak mahu terus-terusan bermain rindu lantas mendesak hati mu kembali bertaut kasih.
Aku nukilankan kata hati ini agar kau mengerti pada apa yang aku impikan,aku pasti kau jua masih mengingati kisah suka dan duka kita,aku jua pasti kau akan menerima ku kembali demi sebuah perjuangan yang belum selesai.Aku keberatan melepaskan kau pergi jauh dari sudut hati ini kerana ku tahu mentari yang tenggelam akan timbul lagi esok dan dengan izinNya mentari akan bersinar lagi.Selagi itulah aku akan tetap menanti mu.....
Aku nukilankan kata ini agar suatu hari nanti kita takkan menyesal pada perpisahan.Aku akan tetap mengatakan bahawa perpisahan ini hanyalah ibarat awan mendung yang berarak,pabila hujan turun maka hilanglah awan hitam dan cerahlah kembali awan serta muncullah kembali sang mentari sebelum menanti sang rembulan di pagari bintang.Setiap saat aku berdoa agar firasat hati ini menjadi kenyataan.Perpisahan ini hanyalah sementara dan kita akan kembali di pangkuan asmara lantas mengutuskan kembali rindu yang terbuang.
Labels:
bicara hati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment