Tuesday, December 14, 2010

Bisikan hati


            Semalam sewaktu damainya gerimis petang,aku termangu di persisiran pantai duka,mengimbau kembali satu sejarah yang pernah terkubur di daerah sepi ini.Aku masih mengingati betapa indahnya burung berkicauan dan mentari seolah tersenyum merelakan dua hati terpaut sayang.Indah sungguh saat mentari pulang di kaki langit,kita berpimpinan tangan bagaikan tak dapat di pisahkan lagi.Saat di mana rambutmu ku usap dan hati mu ku belai dengan penuh kasih dan sayang.Kitalah sang pencinta yang abadi,cinta yang kita damparkan bagai tiada kuasa yang dapat menghalangnya.

           Aku masih di daerah sepi ini,melihat lagi ombak memukul pantai,pasir berselerakan begitu lah jua cinta kita yang hanyut tanpa di duga.kilauan burung bagaikan malu berkicau,dan mentari bagaikan tak mahu bercahaya lagi.Mendung berarak hitam seolah menjadi petanda pada runtuhnya mahligai kasih yang kita bina.Aku menyusur pantai rindu ini,dengan satu harapan agar dapat ku kecap kembali keindahan yang hilang.Hati ku telah lama terbungkam di daerah pilu ini.Aku kembali ke sini,bukan menagih secebis sayang dari mu,tapi aku datang hanya lah membawa kenangan pilu untuk ku kongsi bersama angin yang bertiup menanti sang rembulan menjelma.

        Aku akan pergi tatkala daerah cinta ini telah puas ku jelajahi,aku akan sematkan ia di pantai ini,akan ku kuburkan menjadi tugu cinta kita yang abadi.dan seandainya aku merindui lagi,pasti aku akan ke sini,merenung pantai lara di buai kenangan mengasyikkan.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...